Minggu, 06 Januari 2019

proses produksi kerajinan bahan lunak alam kulit

Bahan Lunak Kulit
Bahan lunak alami selanjutnya memanfaatkan bahan kulit dalam membuat sebuah kerajinan. Biasanya produk kerajinan dari bahan lunak ini banyak sekali diminati oleh masyarakat luas. Bahan baku kulit ini juga beragam seperti kulit mentah, kulit sintetis maupun kulit yang sudah disamak.
Umumnya kita dengan mudah dapat menemukan produk kerajinan dari kulit pada pakaian seperti jaket kulit, sepatu, tas dan lain sebagainya. Produk kerajinan yang terbuat dari bahan ini biasanya juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena bahan yang susah untuk didapat.


http://materi4belajar.blogspot.com/2017/08/8-produk-kerajinan-dari-bahan-lunak.html

proses produksi kerajinan bahan lunak alam keramik

Produk karya kerajinan dari tanah liat biasanya berupa benda keramik. Benda keramik sangat beraneka ragam, baik bentuk, ukuran, fungsi, hiasan maupun warnanya. Produk-produk  keramik merupakan hasil akhir dari suatu proses pembentukan atau pembuatan karya keramik. Pada awalnya, produk keramik dibuat dengan tangan secara langsung sehingga hasilnya berupa benda keramik dengan bentuk yang terbatas dan sangat sederhana. Namun, kini berbagai teknik pembentukan karya keramik telah berkembang dengan pesat. Proses pembentukan ini berkembang sejalan dengan kemajuan di bidang teknologi, mulai dari proses pengambilan bahan tanah liat dari alam, pengolahan, pembentukan, pengglasiran dan dekorasi serta pembakarannya. Di industri atau pabrik-pabrik keramik saat ini sudah menggunakan teknologi yang lebih maju dalam proses pembentukannya dengan waktu yang relatif pendek, namun menghasilkan produk dalam jumlah yang besar. Proses pembentukan merupakan proses pembuatan benda keramik. Proses ini membutuhkan keterampilan tangan mulai dari proses pengulian (melumatkan tanah supaya homogen dan plastis) hingga penyelesaian akhir (finishing). Pembentukan benda keramik dapat dilakukan dengan tangan langsung (handbuilt) atau dengan bantuan alat lain seperti alat putar, jigger-jolley alat cetak. 1. Bahan Pendukung Produk Kerajinan Tanah Liat Bahan yang digunakan untuk pembentukan benda keramik harus dipersiapkan dengan baik. Hal ini perlu diperhatikan
27Prakarya dan Kewirausahaan
agar dalam proses selanjutnya  tidak mengalami kerusakan.  Untuk itu, sebelum melaksanakan pembentukan benda keramik, perlu penyiapan tanah liat. Penyiapan tanah liat melalui pengulian (kneading) dan pengirisan (wedging) satu atau lebih warna tanah sejenis. Tujuannya agar tanah liat tersebut memenuhi persyaratan pembentukan. Penyiapan bahan tanah liat dibedakan untuk pembentukan teknik bebas, pijit, pilin, lempeng, putar  (centering, pilin, dan tatap), dan cetak (tekan dan jigger-jolley) serta slip tanah liat tuang.

a. Persyaratan Tanah Liat  Tanah liat sebagai bahan untuk membuat benda keramik harus memenuhi persyaratan ketika proses pembuatan agar tidak mengalami kesulitan. Persyaratan tersebut di antaranya seperti berikut:

 1) Plastisitas Plastisitas tanah liat merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar mudah dibentuk. Hal ini terkait dengan fungsi plastisitas sebagai pengikat dalam proses pembentukan sehingga tidak mudah retak, berubah bentuk atau runtuh.

  2) Homogen Campuran massa tanah liat harus homogen. Artinya, plastisitasnya merata dan tidak ada yang keras atau lembek. 


3) Bebas dari gelembung udara Tanah liat harus terbebas dari gelembung udara. Jika dalam tanah liat masih terdapat gelembung udara, hal itu dapat menyebabkan kesulitan pada waktu proses pembentukan dan dapat menyebabkan retak atau pecah pada waktu proses pengeringan dan pembakaran.

4) Memiliki kemampuan bentuk Tanah liat harus memiliki kemampuan bentuk yang berfungsi sebagai penyangga sehingga tidak mengalami perubahan bentuk pada waktu proses pembentukan atau setelah proses pembentukan selesai.

 b. Penyiapan Tanah Liat  Penyiapan tanah liat agar memenuhi persyaratan untuk digunakan dapat dilakukan sebelum memulai praktik pembentukan benda keramik. Penyiapan tanah liat tersebut dilakukan dengan cara pengulian dan pengirisan.
28 Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1

1)  Pengulian (kneading) Proses pengulian tanah liat dimaksudkan agar tingkat keplastisan dan homogenitas merata serta bebas dari gelembung udara. Proses pengulian dapat dilakukan dengan gerakan spiral sebagai berikut.

2) Pengirisan (wedging) Proses pengirisan tanah liat dilakukan untuk mencampur satu macam tanah atau lebih yang berbeda warna, jenis, dan plastisitasnya.  Proses pengirisan dilakukan sebagai berikut.

2. Alat Pendukung Produksi Kerajinan Tanah Liat Jenis dan fungsi peralatan untuk pembentukan karya keramik dapat dikelompokkan menjadi alat bantu, alat pokok, dan perlengkapan. Peralatan tersebut digunakan untuk kelancaran proses pembentukan benda keramik dengan berbagai teknik: teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling), teknik lempeng (slab building), teknik putar (throwing),  dan teknik cetak (mold).
Tekan kebawah, kemudian dorong kedepan
Lakukan beberapa kali hingga tanah liat bercampur secara homogen
Diangkat dan tekan ke bawah secara terus- menerus (gerakan pengulian spiral)
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 1.19 Pengulian tanah liat
Pengulian silang lapisan tanah liat yang bercampur dua atau lebih bahan yang berbeda.
Tanah dipotong tengah menggunakan kawat pemotong
Satu bagian tanah diangkat dan dibanting diatas potongan tanah
Lakukan proses mengiris dan membanting secara berulang
Irislah tanah liat. Bila proses ini berjalan bagus maka bagian irisan tampak merata dan bebas udara
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.20  Pengirisan tanah liat
29Prakarya dan Kewirausahaan

a. Alat bantu

1) Butsir kawat (wire modelling tools) Untuk merapikan, menghaluskan, mengerok, membentuk detail, dan membuat tekstur benda kerja. Ukuran panjang 22 cm, bahan kawat stainless steel, yang diikatkan pada tangkai kayu (yang sering dipakai kayu sawo).

2) Butsir kayu (wood modelling tools) Untuk menghaluskan, membentuk detail, merapikan, membuat dekorasi, merapikan dan menghaluskan  benda kerja. Ukuran panjang 22 cm lebar 3 cm, terbuat dari bahan kayu sawo.

3) Kawat pemotong (wire cutter) Untuk memotong ujung bibir, dasar benda kerja, dan memotong  tanah liat plastis. Ukuran: panjang kawat 40 cm, panjang tangkai 6 cm, bahan kawat stainless steel.

4) Pisau pemotong (felting knife) Untuk memotong, mengiris lempengan tanah liat. Ukuran; panjang total 17 cm, mata pisau 8.5 cm.
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 1.21 Butsir kawat
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.22  Butsir kayu
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.23  Kawat pemotong
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.24  Pisau pemotong
30 Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1

5) Potter rib/throwing ribs/rubber palletes/ steel palletes Untuk menghaluskan dan membentuk permukaan luar benda  kerja. Ukuran: 10 x 6 cm, tebal 0,4 cm, bahan: kayu, plat stainless, karet.

6) Spons (sponges) Untuk menyerap kandungan air, menghaluskan benda kerja, dan membersihkan handtool, cetakan gips pada waktu pencucian. Ukuran: diameter 8 cm dan tebal 6 cm, bahan busa.

7) Jarum (needles) Untuk memotong bibir, menusuk gelembung udara, dan menggores permukaan benda kerja. Ukuran: panjang total 14 cm, mata jarum 4 cm.

8) Kuas kecil Untuk mengolesi lumpur tanah pada bagian benda yang akan disambung, mengolesi larutan pemisah pada model dan cetakan gips.
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 1.25 Potter  rib
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.26  Spons
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar   1.27  Jarum
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.28  Kuas kecil
31Prakarya dan Kewirausahaan

b. Alat Pokok

1) Rol kayu Untuk membuat lempengan tanah, dengan panjang rol kurang lebih 45 cm dan diameter  6 - 8 cm. Kedua sisinya dilengkapi dengan pegangan kayu yang panjangnya 50 cm dan tebal 0,5 - 0,7 cm dan lebar sekitar 3 cm.

2) Pahat Untuk meratakan dan membentuk. Bentuk mata pisau pahat bervariatif sesuai fungsi masing-masing. Ukuran panjang total 23 cm, panjang pahat 12 cm dan tebal 0,4 cm.

c. Perlengkapan

1) Timbangan Untuk menimbang bahan tanah liat plastis dan gips yang dibutuhkan. Kapasitas disesuaikan dengan jumlah bahan yang akan diolah. Ukuran: kapasitas maksimal 5 kg.

2) Ember Untuk tempat air pada waktu proses pembentukan benda kerja.  Ukuran: kapasitas 5 liter.
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.29  Rol kayu
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 1.30  Pahat
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.31  Timbangan
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.32  Ember
32 Kelas XI / SMA / MA / SMK / MAK Semester 1

3) Baskom Untuk tempat pembuatan adonan (massa) gips.  Ukuran: kapasitas 3 liter.

4) Alas pembentukan Untuk alas pembentukan benda keramik, benda model, pada waktu proses pembentukan benda.  Ukuran: diameter 20 cm, 25 cm, dan 30 cm.

5) Whirler/Banding wheel Untuk alas pada waktu proses pembuatan benda keramik dan model. Ukuran: diameter 25 cm dan 30 cm, tinggi 16 cm. Bahan: alumunium.

6) Papan cetakan Untuk membuat batas cetakan gips yang berbentuk kotak. Ukuran: 25 cm x 25 cm, 30 cm x 25 cm, 40 cm x 25 cm dengan tebal 1.5 cm. Bahan: papan kayu.
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.33 Baskom
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar 1.34 Alas pembentukan
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.35  Whirler
(Sumber: Dokumen Kemdikbud) Gambar  1.36  Papan cetakan
33Prakarya dan Kewirausahaan

7) Linolium bisa juga dengan lembaran seng Untuk membuat batas cetakan gips yang berbentuk lingkaran (silindris).

8) Sekop Untuk mengambil material gips. Bahan dari metal atau plastik.

9) Gelas ukuran  Untuk mengukur banyaknya air yang digunakan dalam proses pembuatan massa gips. Ukuran: volume 1 liter.

10) Kertas ampelas waterproof Untuk menghaluskan model gips dan cetakan gips yang telah jadi. Ukuran: nomor 400 dan 1000.

11) Mangkok plastis Untuk tempat air atau slip tanah liat. Ukuran: diameter 15 cm dan tinggi 9 cm, bahan; plastik

http://ilmudakwah45.blogspot.com/2017/10/produksi-kerajinan-tanah-liat-pembuatan.html
https://www.sekolahpendidikan.com/2017/02/teknik-pembuatan-produk-kerajinan-dari.html

pengertian kerajinan bahan lunak

Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak
Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperti berikut:

a. Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperolah dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit. 

b. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainya.

jenis dan karakteristik kerajinan bahan lunak buatan

Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang
diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak,
lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari
bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan.
Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa polymer clay, gips, fiberglass,
lilin, sabun, dan parafin
.

Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari
bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud
mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

a. Polymer Clay dan Plastisin
-- Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki
aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
-- Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung
minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
-- Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan
plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass
-- Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan
mengeras.
-- Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
-- Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
-- Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat
fiberglass dapat cepat mengeras.
-- Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun
saat bahan mengering.
-- Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca
atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin
-- Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan
mencair.
-- Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan
dengan cara cetak/cor.
-- Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
-- Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi
tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
-- Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan
dicetak kembali.

d. Gips
-- Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi
adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika
didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara
dicor atau dicetak.
-- Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
-- Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya
dengan bahan ini.

e. Sabun
-- Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat
padat.
-- Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti
flour clay.
-- Sabun yang didiamkan akan mengeras.
-- Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna
sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun
dibuat adonan.


Sumber : Buku siswa kelas 8 Prakarya Semester 1 revisi 2017
http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html

jenis dan karakteristik kerajinan bahan lunak alam

Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan lunak untuk karya kerajinan yang
diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami
tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh
bahan lunak alam adalah tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu,
dan flour clay
.

Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan
hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.
a. Tanah Liat
-- Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya
merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang
berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta
cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan
dari masing-masing tanah tersebut. Tanah yang mengandung
kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih
kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat
cokelat kemerahan.
-- Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC,
sedangkan earthenware hanya sampai 900OC.
-- Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran.
Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.
-- Campuran tanah liat adalah air.
-- Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran
tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC)
lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit
-- Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga
mudah dibentuk.
-- Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem,
sesuai dengan hewan yang dikuliti.
-- Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
-- Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu
-- Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna
putih.
-- Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni.
Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehinga
warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan.
-- Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar
lunak dan elastis.
-- Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan
mengeras.

d. Flour Clay
-- Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga
kalis dan mudah dibentuk.
-- Flour clay juga dicampur dengan air.
-- Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air
akan mudah rusak.
-- Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan
atau sintetis agar muncul warna-warna yang cemerlang.

http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html

Prinsip Kerajinan Bahan Lunak

Prinsip
Pada praktiknya kerajinan dibuat dengan mempertimbangkan wilayah
kerja dengan beberapa prinsip berikut.
1. Keterampilan Tangan
Kerajinan dibuat dengan menggunakan keterampilan tangan.
Meskipun diproduksi banyak, produk kerajinan masih tetap mengandalkan
tangan. Sementara itu, industri bertumpu pada kekuatan mesin. Inilah
yang membedakan antara produk kerajinan dan produk industri.
2. Keterampilan Teknik
Pembuatan benda-benda kerajinan dilakukan secara berulang-ulang
dan didasari oleh keterampilan teknik/keprigelan. Sehingga produk
yang dihasilkan sudah tentu memiliki kekhasan tangan yang nampak
dengan detail, rumit, dan hanya bisa dilakukan dengan keterampilan
teknik yang dimiliki oleh tangan seseorang.
3. Kedaerahan/Tradisional
Kerajinan merupakan benda-benda yang mempunyai nilai guna
praktis, bersifat universal, dibuat dengan keterampilan teknik tangan
namun masih dipengaruhi oleh adat istiadat setempat.

Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan
bahan dasar yang bersifat lunak yaitu lentur, lembut, empuk, dan mudah
dibentuk.
 Prinsip pembuatan kerajinan bahan lunak alam dan buatan
memiliki kecenderungan yaitu sengaja dibuat orang secara khusus dan
sangat mempertimbangkan aspek pemaduannya.
 Pemaduan yang dimaksud
adalah penggunaan bahan lain dengan warna dan bentuk yang berbeda
tetapi padu dengan bahan dasarnya. Pemaduan juga dapat dilakukan
dengan bahan serupa tetapi dibuat dengan karakteristik yang berbeda.

Secara umum jenis karya ini dapat dipilah menurut manfaatnya, sebagai
berikut.
1. Kelengkapan Busana
Produk kerajinan bahan lunak dibuat dengan mempertimbangankan
produk tersebut dapat mempercantik diri dalam menggunakan busananya.
Contohnya produk-produk aksesoris seperti gelang, kalung, bros, dan
cincin.

2. Kelengkapan Suatu Benda
Kerajinan bahan lunak yang difungsikan sebagai kelengkapan
suatu benda. Sebagai contoh, kotak tisu yang dilengkapi dengan
hiasan keramik pada bagian muka. Jika kotak tisu sudah tidak terpakai,
keramik dapat dilepas dan dipasangkan pada kotak tisu lainnya.

3. Kelengkapan Rumah/Bangunan
Produk kerajinan dapat dijadikan manfaat sebagai pelengkap
rumah/bangunan tertentu. Contohnya, air mancur berbentuk kodok
di taman rumah.

4. Kelengkapan Keperluan Ritual/Upacara Adat
Banyaknya ritual/upacara adat Nusantara, tentunya bervariasi pula
kerajinan bahan lunak yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap
upacara. contohnya lilin. Lilin banyak digunakan untuk berbagai acara
ritual dan pesta adat.


Berdasarkan prinsip kebermanfaatan di atas maka kerajinan bahan lunak
dapat dikategorikan sebagai produk-produk berikut.
1. Menambah keindahan
Keberadaan kerajinan bahan lunak dapat memperindah penampilan.
2. Memberi penekanan atau kekhasan pada suatu benda
Jika diberi kerajinan bahan lunak, maka sesuatu akan terkesan khas.
3. Menjadi persyaratan pemakaian
Kerajinan bahan lunak merupakan persyaratan untuk dipakai, jika tidak
digunakan maka tidak berarti apa-apa.
4. Merupakan pertanda atau simbol
Produk kerajinan bahan lunak dijadikan sebagai pertanda atau simbol
suatu kepentingan.
5. Dibuat khusus sesuai benda aslinya (duplikasi)
Kerajinan bahan lunak dibuat secara khusus menyerupai bentuk aslinya
untuk alasan dan kebutuhan tertentu.
6. Sebagai bagian dari karya seni
Karena mencerminkan ekspresi keberagaman budaya Nusantara, maka
kerajinan bahan lunak merupakan bagian dari karya seni.

http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/prinsip-kerajinan-bahan-lunak.html

Rabu, 02 Januari 2019

Tugas 1 Kerajinan

1. Pengertian kerajinan
Kerajinan adalah bentuk hasil pengolahan benda baik organik atau anorganik sesuai kreativitas dari sang pembuat.

2. Pengertian bahan anorganik
Bahan anorganik adalah bahan yang tidak dapat diurai tanah dalam jangka waktu cepat.

3. Sebutkan bahan anorganik disekitarmu
Plastik, kaleng, kaca, mika, baterai, sabun, kabel, kaset, sterofoam, plastisin, dan bahan sintetis lainnya.

4. Sebutkan contoh kerajinan dari bahan anorganik
Miniatur menara Eiffel dari lem tembak, pot dari cup bekas, tas dari kaset bekas, dompet dari plastik bekas, hiasan dari sabun.
 

Ketahui lagi yuk Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang